tabik, stefanus akim

Ingin Pensiun dengan Tenang

Posted in Profil by pencintabuku on Oktober 29, 2007

Oleh: Stefanus Akim

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, Brigadir Jenderal (Pol) Drs. Dinar, SH, MBA, tak memiliki mimpi yang muluk-muluk. Di sisa pengabdiannya yang masih lima tahun lagi di lembaga yudikatif tersebut, ia ingin pensiun dengan tenang.

Keinginannya tersebut bahkan disampaikannya langsung kepada sejumlah pemuka dan tokoh masyarakat Dayak serta pengurus Dewan Adat Dayak Kalbar di Resto Gajahmada di Jalan Gajahmada Pontianak, Minggu (28/10). Menurut Dinar, temu kangen tersebut sebagai ajang silaturahmi dengan sejumlah tokoh masyarakat Dayak di Kalbar.

“Keinginan saya tak muluk-muluk, dalam sisa pengabdian yang sekitar lima tahun lagi ini saya ingin pensiun dengan tanpa cacat. Saya ingin pensiun dengan tenang,” tekad Dinar dengan pengeras suara dan suaranya membahana memenuhi ruangan yang dipenuhi para undangan.

Kedatangan Dinar ke Pontianak dalam silaturahmi sekaligus mengunjungi kampung halamanya di Desa Anik, Kecamatan Darit Kabupaten Landak.

Ia melihat selama ini satu kelamahan yang terjadi umum di masyarakat Dayak, baik di Kalteng maupun di Kalbar. ”Kita masih kurang pengkaderan. Mereka yang muda-muda sebaiknya diarahkan sesuai dengan pilihan masing-masing,” kata alumni SMA 1 Pontianak tersebut.

Dinar sendiri sudah 30 tahun meniti karier sebagai polisi. Ia mengaku baru sekarang bisa bertemu dengan abang, kakak dan para senior di Pontianak. Dinar menegaskan acara tersebut tidak ada maksud apa-apa, hanya silaturahmi dan temu kangen saja dengan para senior.

Ia juga adalah salah satu tokoh yang memikirkan kesenian Dayak meskipun tinggal di rantau. “Saya mencoba membuat album lagu Dayak yaitu jonggan saat masih bertugas di Padang. Sebab saya lihat lagu daerah mereka menjadi tuan di negeri sendiri, sementara kita tidak,” tuturnya.

Maka dengan segala daya upaya perwira tinggi yang salah satu putranya mengikuti jejaknya ini kemudian membuat rekaman. ”Penyanyinya istri saya,” kata dia sembari menunjuk istrinya, Dominika Gemar.

”Tapi dia hanya penyanyi dadakan,” sambungnya yang mendapat tepuk-tangan hadirin. Termasuk diantaranya Rahmad Sahudin BA, Prof Alamsyah HB, Drs Mashardy SM Kaphat dan lainnya.

Upayanya tak sia-sia, sebab untuk lagu Jonggan sampai pada vol 6. Kini, kerja keras yang dirintisnya diikuti generasi yang lebih muda. Diantaranya Alfino. ”Saya senang,” kata dia.

Sebelumnya Ketua DAD Kalbar, Tadeus Yus SH MPA, yang memberikan kata sambutan mengaku sangat bangga dengan satu-satunya Kapolda yang berasal dari keluarga besar Dayak tersebut.

”Pertemuan ini murni keinginan pak Dinar. Beliau kontak kepada saya dan mengatakan keinginannya untuk bertemu tetua Dayak di Kalbar dan saya fasilitasi,” ujar dosen Fakultas Hukum Untan yang menyelesaikan S-2 di USA tersebut.

Sejumlah tokoh yang hadir sangat ‘appreciated’ dengan kehadiran Dinar yang menyisihkan waktunya yang sangat padat.

“Tekad beliau sangat mulia,” kata Irfan Sabandap, tokoh muda Dayak.

“Ada benarnya jika pengkaderan kita masih lemah. Statemen beliau mesti menjadi renungan bersama dan harus segera dilakukan,” timpal Makarius Sintong SH MH, mantan politisi Partai Demokrasi Indonesia. □

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. rudiman said, on Mei 15, 2009 at 7:23 am

    betul tuh..mana neh generasi berikutnya???????


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: