tabik, stefanus akim

Pontianak Tuan Rumah APEKSI & ICE 2007

Posted in Perkotaan by pencintabuku on Juni 12, 2007

Oleh: Stefanus Akim

Perhelatan akbar Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (Rakernas Apeksi) secara umum akan dibuka malam ini di gedung Pontianak Convention Centre (PCC) pukul 19.00. Ratusan bahkan ribuan tamu diperkirakan akan hadir.

Acara akan dimulai dengan malam ramah-tamah yang terdiri dari berbagi kegiatan. Diantaranya: pembukaan, tarian selamat datang, makan malam, sambutan Walikota Pontianak, Buchary A Rahman, sambutan Ketua Apeksi dr H Jusuf SK, launching City Net Indonesia, penyerahan cendramata dan hiburan tarian multi etnis dan music live.
Kegiatan ini merupakan kehormatan bagi Kota Pontianak. Sebab sebagai tuan rumah Rakernas Apeksi Indonesia City Expo (ICE) 2007 yang diselenggarakan 5 hari sejak 13-17 Juni tak semua kota bisa menjadi tuan rumah.

Walikota Buchary A Rahman yang ditemui Tribune di kediamannya belum lama ini mengatakan, setakad ini pihaknya terus melakukan persiapan-persiapan dan semua sudah rampung, kecuali hal-hal teknis.

Besok harinya rencananya akan hadir Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM), Suryadarma Ali dan Menteri Pekerjaan Umum, Joko Kimanto serta Dirjen Cipta Karya dan Penataan Khusus Perkotaan. Pontianak diberikan kesempatan untuk memberikan pemaparan tiga pokok bahasan. Yaitu Air Bersih, Kesehatan dan Kebersihan. ”Selama ini ada semacam paradigma bahwa sampah itu kotor. Tapi kalau diatur dengan baik justru mendatangkan uang. Misalnya saja kerjasama antara Gikoko dan Pemkot untuk menangkap gas metan dan bisa hasilkan uang triliunan,” kata Buchary.

Penyelenggaraan ini merupakan hasil gotong-royong antara anggota-anggota Apekasi. Saat ini sudah 75 kota yang menyatakan siap hadir. Kota Jakarta Selatan bahkan akan membawa 50 orang rombongan, sementara Blitar dengan 20 orang.

“Mungkin kegiatan seperti ini tak langsung berpengaruh dengan Pendapatan Asli Daerah, namun ada hal positifnya. Katakanlah kalau ada 1.000 tamu yang datang maka pastilah ada yang membelanjakan uangnya di Pontianak. Sehingga penjual souvenir, hotel, penginapan, travel, taksi, penjual-penjual es akan kebagian rezeki,” ungkap dia.

Ia juga berharap agar para pengerajin yang ada di Pontianak dan sekitarnya menyiapkan hasil kerajinan. Sebab sudah menjadi kebiasaan yang lumrah jika tamu yang datang mencari oleh-oleh khas daerah yang dikunjunginya.

Apeksi adalah wadah yang dibentuk oleh Pemerintah Kota yang bertujuan untuk membantu anggotanya mempercepat pelaksanaan otonomi daerah dan menciptakan iklim yang kondusif bagi kerjasama antar-Pemerintah Daerah.

Selain tujuan di atas, Apeksi juga bertujuan untuk memperjuangkan kepentingan anggota dalam DPOD guna diabadikan bagi akselerasi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui demokrasi, peran serta masyarakat, keadilan, dan pemerataan yang memerhatikan potensi dan keanekaragaman daerah.

Sedangkan visi adalah organisasi strategis untuk pemberdayaan kota-kota dalam rangka pelaksanaan otonomi di Indonesia. Dengan misi, berusaha untuk menjadi suatu organisasi yang terpercaya, profesional di bidang perkotaan dalam mendukung dan melaksanakan upaya terbaik bagi pemerintahan kota melalui pembangunan yang demokratis, transparan, otonomi yang bertanggung jawab, sebagai bagian dari masyarakat baru pada struktur pemerintahan di Negara Republik Indonesia.

Dalam situs, http://www.apeksi.or.id/ disebutkan Musyawarah Nasional (Munas) I Apeksi, tanggal 22-23 Juni 2000 di Surabaya, merampungkan dan mengesahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Apeksi. Dewan Pengurus dan Direktur Eksekutif pun dipilih. Wali Kota Surabaya H. Sunarto Sumoprawiro terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Apeksi dan menjadi wakil Asosiasi Pemerintah Daerah yang duduk di DPOD. Munas juga menyepakati beberapa hal, termasuk di dalamnya besaran iuran dan Program Kerja Apeksi Tahun 2000-2001.

Waktu itu, Apeksi beranggota 96 pemerintah kota di Indonesia. Sejalan dengan perjalanan waktu, Apeksi mengalami beberapa perubahan, di antaranya adalah jumlah kota anggota dan kepengurusan. Saat ini Apeksi beranggotakan 91 pemerintah kota. Perubahan ini disebabkan oleh adanya pemekaran wilayah dan peningkatan status dari kota administratif menjadi kota otonom atau penurunan status dari kota administratif kembali menjadi kecamatan. Selain itu, Ketua Dewan Pengurus saat ini dijabat oleh Wali Kota Tarakan, dr. Jusuf SK.

Meskipun salah satu maksud utama pembentukan Apeksi adalah untuk memilih wakil kota-kota untuk duduk di DPOD, Apeksi telah mengambil peran yang lebih besar. Kota-kota kini memiliki kesempatan untuk mengawali pembentukan Asosiasi di tingkat nasional yang benar-benar demokratis otonom. Organisasi Apeksi dari sejak dini dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang benar-benar diperlukan kota-kota (anggota).

Dalam rangka membantu maksud tersebut, bentuk organisasi dan gagasan mengenai peran dan lingkup kegiatan-kegiatan yang mungkin diemban Apeksi dapat pula disusun berdasarkan pengalaman Asosiasi Pemerintah Daerah yang sudah terbentuk dan terbukti sukses di tingkat internasional. *

*Diterbitkan Borneo Tribune, 12 Juni 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: