tabik, stefanus akim

Melihat Kota dari Kacamata Fotografer

Posted in Pemerintahan by pencintabuku on Mei 29, 2007

Oleh: Stefanus Akim

Fotografi sebagai suatu bahasa komunikasi visual, terbukti mempunyai pengaruh besar di masyarakat. Fotografi sanggup menjembatani berbagai lapisan masyarakat, mulai dari strata sosial paling rendah hingga paling tinggi sekalipun.

Lukas B. Wijanarko, salah seorang Fotografer andal Pontianak yang pernah menimba ilmu di pulau Jawa akan memperlihatkan sudut-sudut kota dari sudut pandang fotografi. Ia menamai pameran ini ‘Presenting Pontianak’.

Hasil jepretan Lukas akan dipamerkan secara tunggal dan terbuka untuk umum selama 12 hari. Pembukaan pameran akan digelar di Hotel Kapuas Palace disertai dengan talk show terbuka tentang fotografi dan Kota Pontianak, pada 16 Juni 2007.

Selanjutkan secara bergantian akan dipamerkan di Kapuas Palace sejak 16-18 Juni 2007 dan di Matahari Departemen Store Ayani Mega Mall pada 19-24 Juni 2007.

Alumnus Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Fakultas Film dan Televisi, jurusan Fotografi bidang Jurnalistik tahun 1996-1998 ini akan menampilkan 30 karya dengan tema Dinamika Kehidupan dan Keindahan Kota Pontianak. Foto tersebut berukuran 60 x 90 dan 40 x 60 cm.

“Maksud dan tujuan dari pameran ini menampilkan berbagai dinamika kehidupan dan sisi-sisi keindahan Kota Pontianak untuk membangun image positif terhadap kota, memberikan informasi, sejarah, sehingga lebih mengenal identitas kota, masyarakat dan lingkungan sosialnya melalui foto yang dipamerkan,” kata Lukas.

Fotografer yang kini bergabung dengan Borneo Tribune ini menuturkan, kota sebagai suatu konsep tata ruang dan waktu merupakan wadah interaksi masyarakat yang menghuninya. Interaksi itu akan menghasilkan berbagai seni, budaya, dan teknologi. Dalam perkembangannya, beragama hasil kreasi dan akal budi manusia itu mengisi perkembangan suatu kota. Maka muncullah beragam seni arstitektur bangunan, jalan, jembatan, makanan, minuman dan lainnya.

“Beragam seni dan budaya itu, tentu saja membuat wajah kota menjadi semarak dan indah. Namun, bila potensi itu tidak digali secara maksimal, tentu saja tidak ada artinya. Masyarakat mesti digugah untuk menggali berbagai potensi dan kelebihan Kota Pontianak,” papar dia.

Fotografi dalam kapasitasnya sebagai bahasa komunikasi visual, punya kesempatan menjembatani keindahan wajah kota Pontianak. Selain itu, fotografi bisa berperan dalam setiap gerak dan perkembangan kota. Perkembangan dan kemajuan kota, bisa tercekam melalui foto. Pada akhirnya fotografi turut berperan menampilkan keindahan wajah kota Pontianak.

“Dalam rangka menjembatani hal hal itu, fotografi bisa menjembatani alat efektif bagi masyarakat untuk mengetahui dan melihat keindahan kota Pontianak. Pada intinya, fotografi bisa memotret segala keindahan dan kesemarakan kota Pontianak. Berangkat dari ide dasar itulah, sebagai warga Kota Pontianak yang lahir di kota ini, saya ingin membuat darma bakti sesuai dengan bidang yang saya tekuni sekarang.

Bagaimanapun juga Pontianak telah memberikan berbagai kenangan, pengalaman, proses kreatif di bidang fotografi yang saya tekuni,” tukas Lukas.*

*Diterbitkan Borneo Tribune 29 Mei 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: