tabik, stefanus akim

Batalyon 641 Beruang Bantu Evakuasi dan Kuburkan Korban

Posted in Pemerintahan by pencintabuku on Desember 9, 2006

Singkawang-Aceh, Equator

Bertugas di NAD bisa saja tiba-tiba merenggut jiwa, termasuk oleh hal tak terduga seperti tsunami yang meluluhlantakkan ‘Bumi Serambi Mekah itu’.

“Oleh sebab itulah kami disini yang kebetulan masih selamat dari amukan tsunami memohon doa dari masyarkat Kalbar agar dilindungi dan dijauhkan dari mara bahaya,” kata Komandan Batalyon 641 Beruang Letkol Inf Henry Batara via ponselnya.

Lokasi pasukan asal Kota Singkawang ini bertugas memang agak jauh dari lokasi terparah yaitu sekitar 6 KM. Persisnya mereka bertugas di Tanah Pasir Kecamatan Loksoumawe Aceh Utara. Sehingga dengan demikian pasukan asal Kota Singkawang yang langsung dibawah pimpinan Danyonnya ini terhindar dari bencana.

“Meskipun jauh, tetapi dari penduduk sipil masih ada yang menjadi korban, hingga kini kita menemukan korban di tempat kita bertugas sudah 400 jiwa lebih dan umumnya mereka anak-anak dan wanita. Banyaknya korban anak-anak dan wanita karena saat serangan gelombang tsunami datang mereka tidak bisa menyelematkan diri, baik dari hempasan gelombang maupun rendaman air atau bangunan yang roboh,” kata dia.

Ia bersama pasukannya membantu mengevakuasi dan menguburkan korban yang meninggal. Selain itu juga memberikan bantuan makanan serta bahan-bahan pakaian dan lainnya yang dibutuhkan oleh warga. “Yang kita lakukan untuk meringankan penderitan korban di sini ya membagi-bagikan makanan baik itu mie instan, beras dan lainnya semampu kita.,” ungkapnya.

Meskipun tak terserang tsunami, yang kini mengkhawatirkan bagi dirinya justru serangan malaria. Sebab kondisi yang berawa-rawa dan berair menyebabkan malaria tumbuh dan berkembang dengan cepat. Bahkan tercatat sudah ada 50 dari anggotanya yang terserang malaria. “Kalau dari batalyon lain sudah ada yang menjadi korban malaria hingga tewas, untungnya kita membawa persediaan infus cukup banyak sehingga takmenimbulkan korban,” papar Henry dari balik ponselnya. *

*Tulisan ini pernah dibuat di Harian Equator 3 Januari 2005

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. desi said, on Mei 25, 2009 at 12:05 pm

    hallo…tau nomor slah satu prajurit yang bertugas disana?? maksudnya saya kenalan dari bang stefanus akim…namanya SAYRUL…mohon dibalas…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: